
KUPANG, berandanusantara.com – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, NTT, terus melakukan pembenahan di tubuh internalnya. Sebab, Perguruan Tinggi Kristen yang dipimpin Dr. Harun. Y. Natonis, S.Pd., M.Si ini terus menuai simpati baik dari pemerintah maupun masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tangan dingin Dr. Harun Natonis tidak saja berhasil naik tingkat dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, namun telah berhasil membuat satu-satunya Perguruan Tinggi Kristen Negeri di NTT ini memiliki standar yang sangat layak, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Terobosan cerdas Dr. Harun juga berhasil membuka akses atau jejaring di bidang pendidikan hingga ke mancanegara. Fasilitas pendukung di IAKN Kupang pun cukup memadai. Sehingga, layak IAKN Kupang kini cukup terukur baik fasilitas dan SDM pendukung.
Bagi Dr. Harun, saat ditemui di ruang kerjannya, belum lama ini, membeberkan tekadnya. Yang utama, kata dia, adalah SDM, khususnya para pengajar atau dosen. Dia bahkan menargetkan semua pengajar di IAKN Kupang harus berpendidikan Doktor (S3).
“Ini tekad kami. Di samping itu, fasilitas pendukung di dalamnya juga akan terus dikembangkan,” ujar Dr. Harun.
Akses Jalan

Meski telah alih status dari Sekolah Tinggi ke Institut, namun akses jalan ke IAKN Kupang yang berlokasi di kelurahan Naimata, Kota Kupang, masih terbilang sangat parah. Jalan tersebut belum beraspal dan sangat berbahaya bagi pengendara sepeda motor apabila saat musim hujan.
Dr. Harun mengatakan kehadiran IAKN di kelurahan di Kota Kupang telah membawa perubahan besar, terutama pembangunan ekonomi masyarakat di lokasi sekitarnya. Sehingga, pemerintah daerah juga harusnya serius memperhatikan prasarana jalan ke arah IAKN Kupang.
“Sejak awal peletakan batu pertama, kami telah membicarakan tentang pembangunan jalan ini ke DPRD dan Pemerintah Kota Kupang dengan tertulis dan lisan. Namun sampai saat ini belum terealisasi,” ungkap Dr. Harun.

Natonis berharap, tidak saja saat momentum politik baru akses jalan diperhatikan. Tetapi, apabila IAKN menjadi kebanggaan daerah, maka sepatutnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk mendukung prasarana, khususnya akses jalan.
“Informasi yang diperoleh, dalam waktu dekat pemerintah akan segera memperbaiki akses jalan masuk ke IAKN Kupang. Meski hanya informasi lepas, namun kami berharap bisa terwujud,” tandasnya.
Lili Yumelda Snae, mahasiswi IAKN Kupang mengakui akses jalan yang terbilang parah itu sangat membahayakan. Dia berharap agar bisa segera diperbaiki, sehingga tidak mengganggu aktifitas keluar masuk, dari dan ke IAKN Kupang.
“Saya meminta pihak kampus juga bisa perjuangkan ini. Dan pemerintah pun harus bisa memperhatikan akses jalan yang terbilang parah ini,” pintanya. (Yabes Ottu/*am)