
KUPANG, berandanusantara.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi NTT mengaharapkan para Penggiat Anti Narkoba khususnya di lingkungan pendidikan agar berperan aktif dalam mengkampanyekan bahaya narkoba.
Harapan ini diutarakan Kepala Seksi Oemberdayaan Masyarakat BNN NTT, Lia Novita Ulya, S.KM., Kamis (21/11/2019) dalam workshop bersama para Penggiat Anti Narkoba diantaranya para guru dan dosen di Hotel Sahid T-More Kupang.
Menurut Lia, guru dan dosen merupakan stakeholder penting bagi BNN NTT yang diharapkan bisa membuat rencana aksi secara rutin di lingkungan lembaga pendidikan masing-masing, dalam kaitan dengan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
“Mencegah ini mulai dari hal-hal kecil. Para penggiat bisa bisa menggerakan langsung para siswa/i maupun mahasiswa/i untuk pencegahan. Selain itu, bisa lewat mata pelajaran atau mata kuliah,” ungkap Lia yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.
Selain Lia, yang menjadi narasumber dalam kegiatan itu diantaranya; Kabid P2M, Hendrik Rohi, SH., MH., Penyuluh Narkoba Ahli Madya,Tonny Teelshow. Sementara yang menjadi moderator adalah Kepala Seksi Pencegahan, Markus Raga Djara, SH., M.Hum. (am/bn)